Rabu, 07 Mei 2014

Surat Lamaran Kerja


Pengertian Surat Lamaran Kerja
    
Surat Lamaran kerja adalah surat yang dibuat sepanjang satu halaman penuh yang berisi tentang informasi pelamar kerja dan permohonan untuk menempati posisi tertentu, biasanya surat lamaran kerja dikirim beserta surat riwayat. Dalam penulisan surat lamaran kerja, terdapat tiga paragraf penting yang harus anda perhatikan dengan cermat, paragraf pertama berisi tentang bagaimana anda mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan tersebut dan juga posisi yang ingin anda tempati dan juga alasan anda mengapa menginginkan posisi tersebut, ayo katakan dengan jujur, mau uang atau menambah pengalaman anda dan atau untuk mengembangkan diri anda sendiri. Paragraf kedua berisi tentang ketrampilan anda, pendidikan terakhir, pengalaman kerja, atau sesuatu yang berkaitan dengan kelebihan anda sendiri yang berkaitan dengan lowongan tersebut dan yakinkanlah pembaca surat anda bahwa anda memang benar-benar cocok untuk bekerja di sana dan ini sangat penting menurut saya. Di bagian paragraf ketiga tuliskanlah perasaan anda bila diundang untuk tes wawancara dan pastikan anda dapat dihubungi kapanpun di manapun untuk memastikan waktu dan tempat untuk mengikuti tes wawancara. Dalam penulisan surat lamaran kerja yang anda buat pastikan menulis nama perusahaan dan posisi yang anda inginkan dengan benar dan jangan lupa untuk membaca kembali surat anda untuk mengecek tulisan dan tata bahasa anda. Selamat bekerja.

Inilah contoh surat lamaran yang baik.

Surat Tanda Bukti



Contoh Surat Tanda Bukti Faktur
Dalam suatu transaksi penjualan, biasanya kita akan diminta memberikan faktur penjualan, sebagai bukti resmi atas transaksi penjualan tersebut.

Contoh Surat Tanda Bukti Faktur

Faktur Penjualan
No. _____________
_______,  ___  _______ 2010

Kepada,
Yth. _____________
Jln. ______________


Wiraniaga         : ………...
No. ref.             : …………
Qty    Kode Barang    Nama Barang    Harga    Diskon    Jumlah

                       
Jumlah Total                      
Terbilang          : …….
Jatuh Tempo     : ……..
Catatan : Jatuh tempo adalah 30 hari setelah tanggal pengiriman.


Hormat kami,
…………………….

…………………….
 
(ogi/Carapedia)

Pencarian Terbaru
Contoh faktur. Surat tanda bukti. Contoh faktur penjualan. Contoh faktur pembelian. Gambar faktur. Bukti bukti transaksi. Contoh surat faktur penjualan.
Contoh faktur penjualan barang. Contoh bukti bukti transaksi. Contoh cek. Contoh surat tanda bukti faktur. Contoh contoh bukti transaksi. Format faktur penjualan. Contoh faktur barang.
Bukti bukti transaksi keuangan. Contoh faktur pembelian dan penjualan. Faktur pembelian barang. Contoh gambar faktur. Faktur pengiriman barang. Bentuk faktur.
Contoh Surat Tanda Bukti Pengantar Barang
Dalam hal pengambilan atau pengantaran barang, kedua belah pihak perlu memegang bukti resmi bahwa barang sudah diterima, atau sudah diantarkan. Sehingga jika dikemudian hari barang hilang, tanda bukti tersebut bisa digunakan sebagai alat hukum. Berikut contoh surat tanda bukti pengantar barang:
 

Surat Tanda Bukti Pengantar Barang

SURAT PENGANTAR

NOMOR : ……………
No.    Jenis Barang    Jumlah Barang    Keterangan

             

Diterima di ……………

_______,  ___  _______ 2010

Yang Menerima

Nama
Jabatan
 
(ogi/Carapedia)

Pencarian Terbaru
Surat pengantar barang. Contoh surat tanda bukti. Surat pengantar pengiriman barang. Surat tanda bukti pembayaran. Contoh surat tanda bukti pembayaran. Pengertian surat tanda bukti. Contoh surat niaga pengantar barang.
Pengertian surat pengantar. Surat niaga pengiriman barang. Pengertian surat pengantar barang. Contoh form pengiriman barang. Surat niaga pengantar barang. Contoh surat pengantar barang 2010. Contoh surat niaga tanda bukti.
Contoh bukti pengiriman barang. Contoh formulir pengiriman barang. Surat tanda bukti pengiriman barang. Macam macam surat dagang. Surat pengantar barang contoh. Surat niaga tanda bukti.
Contoh Surat Tanda Bukti Daftar Rincian Barang Pindahan
Anda mau berbisnis jasa pindahan? Sangat menggiurkan labanya. Tapi aspek legal nya juga harus sangat diperhatikan, karena resikonya jg tidak kecil jika ada barang yang hilang. Berikut adalah contoh Surat Tanda Bukti Daftar Rincian Barang Pindahan:

Surat Tanda Bukti Daftar Rincian Barang Pindahan

DAFTAR RINCIAN BARANG
Nama             : ..................................................................................................
Warga negara         : ..................................................................................................
No. Identitas         : ..................................................................................................
Alamat di luar negeri    : ..................................................................................................
Alamat di Indonesia     : ..................................................................................................
Jenis jasa pengiriman : ..................................................................................................
No. Box    Nama Barang    Jumlah    Keterangan
             
             
             

    Yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa barang-barang yang tercantum dalam daftar barang pindahan ini adalah milik pribadi. Apabila terbukti ada barang-barang yang terlarang, saya akan bertanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.


_______,  ___  _______ 2010
…………………..

………………..
………………
 
(ogi/Carapedia)

Pencarian Terbaru
Daftar rincian barang. Contoh surat daftar rincian barang. Contoh daftar rincian barang. Contoh daftar barang. Contoh surat pengantar barang dan daftar perincian barang. Contoh surat keluar niaga. Contoh surat perincian barang.
Surat perincian barang. Daftar perincian barang. Contoh daftar perincian barang. Contoh tabel barang. Contoh alamat pengiriman barang. Surat dagang pengiriman. Contoh surat pengantar barang dan daftar rincian barang.
Contoh surat bukti barang keluar. Contah surat niaga. Contoh surat niaga faktur dan rekening. Surat pengantar barang dan daftar rincian barang. Surat tanda bukti barang. Surat tabel.

Layanan Pos di Indonesia

Perposan di Indonesia sudah dimulai sejak zaman Kerajaan Majapahit , Sriwijaya, dan Tarumanegara dalam bentuk tertulis atau surat menyurat. Huruf yang digunakan adalah huruf Palawa yang menjadi aksara Jawa di kemudian hari. Surat-surat beredar di kalangan biarawan dan bangsawan seiring dengan masuknya Hindu dan Buddha di Indonesia. Pada waktu itu surat dibuat mengunakan batu, kayu, maupun kertas. Kertas di sini merujuk kepada bahan-bahan seperti kulit bambu yang diiris tipis-tipis dan menggunakan daun lontar.

Lalu, kedatangan Belanda di Indonesia juga turut memengaruhi perkembangan surat-menyurat di Indonesia. Pada tahun 1596, Datanglah Cornelis de Houtman yang membawa surat bagi raja-raja di Jakarta dan Banten. Pada waktu itu, surat yang beredar hanya ditujukan bagi pejabat resmi dan tidak mengandung pemberitaan tentang kompeni di Indonesia. Selain itu, pada saat itu pula, layanan pos walaupun sudah cukup maju, masih belum mencapai tahap teratur; masih tergantung pada kapal kompeni yang berlayar dari pulau ke pulau. Akhirnya, pada 26 Agustus 1746 dibangunlah kantor pos resmi pertama di Jakarta oleh Gubernur Jenderal G.W. Baron van Inhoff. Tujuan dibangunnya kantor pos ini untuk memfasilitasi dan menjamin keamaaan suarat-surat yang dikirim khususnya bagi mereka yang di luar Pulau Jawa.

Pada masa pemerintahan Daendels dibangun jalan raya pos Anyer-Panarukan pada 1809 yang diselesaikan dalam satu tahun. Jalan ini terbetang sepanjang pantai utara Jawa Barat hingga Jawa Timur . Pembangunan ini terinspirasi dengan pembangunan jalan pos di Kekaisaran Romawi dengan nama Cursus Publicus. Dalam perjalanannya, terjadi berbagai perkembangan-perkembangan kecil seperti adanya tarif untuk pos yang melintasi laut. Pada masa pemerintahan Jepang, sempat dikenal pula Dinas Tabungan Pos untuk pengerahan uang bagi keperluan militer Jepang.


Setelah merdeka, terjadi pengambilalihan Jawatan Pos Telegraf dan Telpon (PTT) dari tangan jepang hingga akhirnya pada 27 Desember 1945 berhasil dikuasai. Hari itu kemudian diperingati sebagai Hari Bakti Postel. Sejak saat itu, banyak terjadi perombakan sistem pos yang ada, termasuk perluasan-perluasan wilayah mencakup daearah-daerah yang sulit dijangkau.

Jenis Surat

Surat secara umum digolongkan menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga apabila ditinjau dari segi bentuk, isi, dan bahasanya. Sedangkan apabila digolongkan berdasarkan berdasarkan pemakaiannya dapat dibagi menjadi tiga yaitu surat pribadi, surat resmi, dan surat dinas.

Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan pribadi. Surat dapat berupa korespondensi antara sesama teman atau keluarga. Ciri-ciri surat pribadi yaitu:
  1. Tidak menggunakan kop surat
  2. Tidak ada nomor surat
  3. Salam pembuka dan penutup bervariasi
  4. Penggunaan bahasa bebas, sesuai keinginan penulis
  5. Format surat bebas
Surat Resmi
Surat resmi adalah surat yang digunakan untuk kepentingan resmi, baik perseorangan, instansi, maupun organisasi; misalnya undangan, surat edaran, dan surat pemberitahuan. Ciri-ciri surat resmi:
  1. Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
  2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
  3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
  4. Penggunaan ragam bahasa resmi
  5. Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi
  6. Ada aturan format baku
Bagian-bagian surat resmi:
  • Kepala/kop surat
Kop surat terdiri dari:
  1. Nama instansi/lembaga, ditulis dengan huruf kapital/huruf besar.
  2. Alamat instansi/lembaga, ditulis dengan variasi huruf besar dan kecil
  3. Logo instansi/lembaga
  • Nomor surat, yakni urutan surat yang dikirimkan
  • Lampiran, berisi lembaran lain yang disertakan selain surat
  • Hal, berupa garis besar isi surat
  • Tanggal surat (penulisan di sebelah kanan sejajar dengan nomor surat)
  • Alamat yang dituju (jangan gunakan kata kepada)
  • Pembuka/salam pembuka (diakhiri tanda koma)
  • Isi surat
Uraian isi berupa uraian hari, tanggal, waktu, tempat, dan sebagainya ditulis dengan huruf kecil, terkecuali penulisan berdasarkan ejaan yang disempurnakan (EYD) haruslah menyesuaikan.
  • Penutup surat
Penutup surat, berisi
  1. salam penutup
  2. jabatan
  3. tanda tangan
  4. nama (biasanya disertai nomor induk pegawai atau NIP)
  • Tembusan surat, berupa penyertaan/pemberitahuan kepada atasan tentang adanya suatu kegiatan
Surat Niaga
Surat niaga digunakan bagi badan yang menyelenggarakan kegiatan usaha niaga seperti industri dan usaha jasa. Surat ini sangat berguna dalam membangun hubungan dengan pihak luar sehingga harus disusun dengan baik. Surat niaga terdiri atas surat jual beli, kwintansi, dan perdagangan; dan dapat dibagi atas surat niaga internal dan surat niaga eksternal. Salah satu contoh dari surat niaga adalan surat penawaran dan surat penagihan.

Surat Dinas
Surat dinas digunakan untuk kepentingan pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi. Fungsi dari surat dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam bentuk surat keputusan dan surat instruksi.Ciri-ciri surat dinas:
  1. Menggunakan kop surat dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
  2. Menggunakan nomor surat, lampiran, dan perihal
  3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang baku
  4. Menggunakan bahasa baku atau ragam resmi
  5. Menggunakan cap atau stempel instansi atau kantor pembuat surat
  6. Format surat tertentu
Surat Lamaran Pekerjaan
Surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat dan dikirimkan oleh seseorang yang ingin bekerja di sebuah kantor, perusahaan ataupun instansi tertentu. Surat lamaran pekerjaan termasuk surat dinas atau resmi. Oleh karena itu, terdapat aturan-aturan tertentu yang harus diperhatikan dalam penulisannya. Secara umum surat memiliki bagian-bagian seperti berikut ini:
  • Tempat dan tanggal pembuatan surat
  • Nomor surat
  • Lampiran
  • Hal atau perihal
  • Alamat tujuan
  • Salam pembuka
  • Isi surat yang terbagi lagi menjadi tiga bagian pokok yaitu :
  1. paragraf pembuka
  2. isi surat
  3. paragraf penutup
  • Salam penutup
  • Tanda tangan dan nama terang
Surat Elektronik
Dengan berkembangnya teknologi, surat pun semakin mengalami pembaharuan, misalnya dengan adanya surat elektronik. Surat elektronik atau surel merupakan surat yang pengirimannya berbasis pada penggunaan internet. Pada awalnya, perusahaan bernama Olt Break and Newman dikontrak oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk membuat ARPANET pada 1969. ARPANET ini singkatan dari Advanced Research Projects Agency Network yang bertujuan untuk meciptakan metode komunikasi antara intitusi pendidikan dengan militer.
Pada tahun 1971, Ray Tolimson bertugas dalam proyek SNDMSG yang berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan dalam mesin yang sama. Ray awalnya bereksperimen dengan SNDMSG untuk meninggalkan pesan di komputer sehingga muncul lah protokol CYPNET yang mampu mengirimkan pesan ke komputer lain yang masih berada dalam jaringan ARPANET. Ini lah yang menjadi cikal bakal surat elektronik.
Dalam Bahasa Indonesia Surat Elektronik sering disingkat dengan kata surel, yang dalam bahasa inggrisnya adalah email atau electric mail.
Untuk mengakses surel, kita bisa memilih salah satu cara. Pertama dengan menggunakan browser seperti Internet Explorer atau Mozilla Firefox. Surel dengan basis browserbiasanya menyediakan layanan tersebut secara gratis. Kedua dengan program pengakses surel seperti Microsoft Outlook. Keuntungannya kita tidak harus selalu membuka internet untuk membuka surel yang ada.

Surat Niaga

Di artikel lainnya kita sudah membahas tentang surat bisnis, surat permintaan penawaran, dan berbagai jenis surat lainnya. Satu lagi yang akan saya tambahkan di dalam koleksi artikel tentang surat yang saya buat ini adalah surat niaga.
Mungkin sebagian besar dari kita tidak banyak mengetahui tentang surat yang satu ini dan apa fungsinya. Surat Niaga adalah surat resmi yang isinya berupa tawaran, jual-beli yang berhubungan dengan barang/jasa yang biasanya dipakai dalam perdagangan dan perniagaan. Surat ini berguna untuk membangun kerja sama dengan pihak lain.

Ada beberapa jenis dari surat niaga, dan saya akan menjabarkanya secara singkat di bawah ini.

Jenis – Jenis Surat Niaga

1.  Surat Perkenalan
Surat ini dikirim oleh penjual ke calon pembeli yang fungsinya untuk memperkenalkan diri dan produk yang akan dijual nya.
2.  Surat Permintaan Penawaran
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya. Surat ini dikirimkan oleh calon pembeli ke penjual, dimana isi surat nya calon pembeli meminta penjual untuk memberikan surat penawaran tentang suatu produk yang ditawarkannya. Biasanya calon pembeli akan meminta nam produk, harga, cara pembayaran (tunai atau memakai jangka waktu) dan lama penyerahan barang.
3.  Surat Penawaran
Surat Penawaran merupakan surat balasan dari surat permintaan penawaran. Yang isi nya menyampaikan inormasi tentang segala produk yang calon pembeli inginkan seperti merek produk, harga, kualitas, cara pembayaran, pengiriman barang dan lain-lain.
4.  Surat Pesanan
Kalau kita sudah membuat surat penawaran, maka kita akan menunggu balasan  dari sang pembeli, jika sang pembeli ingin memesan suatu produk ke pada si penjual, maka pembeli akan mengeluarkan Surat pesanan. Surat ini berisi nama dan jenis barang yang dipesan berikut harganya atau disertai dengan cara pembayaran yang diinginkan.  Bila si pembeli melakukan pembayaran melalui bank, maka copy bukti pengiriman/transfer harus dilampirkan.
5.  Surat pemberitahuan pengiriman barang.
Jika penjual menyetujui surat pesanan tersebut, maka penjual akan mengirimkan surat pemberitahuan pengiriman barang, ini berguna agar pembeli tau kalau barang yang di inginkannya telah diproses dan dalam sedang perjalanan. Biasanya surat seperti ini dibuat dalam pengiriman barang secara partai besar dan jauh.
6.  Surat Pengaduan
Surat yang dibuat oleh pembeli ini terjadi karena adanya masalah dengan produk yang diterimanya. Masalah tersebut terjadi karena produk yang dipesan tidak sesuai dengan barang yang diterima.
7.  Surat Jawaban Pengaduan
Ketika penjual telah menerima surat pengaduan, maka penjual harus segera mengambil tindakan dengan menjawab surat tersebut dan meminta maaf dan meyakinkan pembeli kalau kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi.
Dalam menulis surat Niaga ada juga hal-hal yang harus kita perhatikan, antara lain seperti:
  • Menetapkan tujuan
  • Menetapkan isi surat
  • Nama dan jenis barang
  • Merk dan kualitas barang
  • Banyak barang yang ditawar
  • Penetapan tata urutan isi surat
  • Menyelesaikan setiap bagian isi surat satu persatu
  • Hindari penggunaan singkatan
Di atas telah kita ketahui beberapa jenis dari surat niaga dan beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita menulis surat niaga, untuk lebih jelas nya saya akan memberikan contoh dari surat niaga.


Contoh Surat Niaga

LOGO DAN KOP SURAT


No : 047/CV-PE/XI/2012                                                         Jakarta, 24 November 2013


Hal : Pemberitahuan Keterlambatan Pengiriman Barang

Kepada Yth,  :
Purchasing Department
PT. Karya Bakti
Jl. K.L. Yos Sudarso No. 285
Makassar

Menunjuk Purchase Order No. KB-256842 atas pesanan 15 (lima belas) Unit Komputer dan 10 (sepuluh) unit Printer, kami ingin memberitahukan bahwa pesanan untuk kedua barang tersebut di atas sudah kami kirimkan ke PT. Karya Bakti via “Pengangkutan Sedang Maju” pada tanggal 20 November 2012. Namun, karena prosedur pengiriman barang di “Pengangkutan Sedang Maju” adalah harus menunggu muat barang penuh dan baru dapat berangkat, maka barang yang kami kirimkan juga harus menunggu untuk dikirimkan. Dan diestimasikan jurusan Jakarta – Makasar dapat berangkat pada tanggal 23 November 2012.
Sehubungan dengan deadline penyerahan barang yang tercantum pada Purchase Order tertanggal 25 November 2012, kami minta persetujuan dari Bapak/Ibu untuk memberikan perpanjangan waktu penyerahan barang sampai dengan 02 Desember 2012.
Demikianlah kami sampaikan, atas bantuan dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami



Sujono Irawan
CV. Panca Elektrik

Membuat Surat Dinas yang Baik & Benar

Dalam kegiatan yang bersifat resmi, seperti di sekolah ataupun Dinas Pendidikan pastinya sebuah surat resmi bukanlah hal yang asing dan bahkan sering dipergunakan setiap hari. Surat resmi berfungsi sebagai alat yang memberikan informasi kepada pihak lain yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya secara hukum. Contohnya seperti, surat resmi perusahaan, surat permohonan, surat pemberitahuan, sekolah dan lain sebagainya.

Contoh kejadian misalnya, dimana kita harus membuat sebuah surat resmi ketika saat pihak organisasi suatu perusahaan ingin mengundang pertemuan atau rapat dengan beberapa perusahaan lain. Pastinya surat dengan topik tertentu ini akan sangat bermanfaat bagi si penerima surat tersebut untuk mengetahui dan memahami kegiatan apa yang ingin dilakukan. Dan melakukan pertimbangan apakah menerima pertemuan tersebut. Dan berikut ini adalah kumpulan contoh dari surat yang bersifat resmi yang Espilen Blog informasikan untuk Anda.

Adapun Ciri-ciri Surat Resmi adalah sebagai berikut:

1.    Menggunakan Bahasa Baku
2.    Terdapat Kop Surat
3.    Tanggal Surat alamat tujuan
4.    Memiliki Nomor Pengarsipan
5.    Hal, yaitu pemberitahuan mengenai isi surat
6.    Harus ditandatangani dan dibubuhi stempel instansi/badan.perusahaan
7.    Terdapat Tembusan (Bila Perlu)


Contoh Surat Resmi
#Contoh Dari Instansi/sekolah ke individu



SMA Negeri 1 Bogor
Jalan Ir. H. Juanda No. 17 Bogor
No. Telp. (0251) 8321798
_________________________________________________________________________


Bogor,  10 April 2014
No : 10/SMAN 1 Bogor/04/2014                                      
Lampiran : -
Perihal : Undangan


Yth.
Orang tua/Wali siswa-siswi kelas XII
SMA Negeri 1 Bogor


Dengan hormat,
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan para siswa siswi SMAN 1 Bogor Khususnya kelas XII. Maka pada surat kali ini kami selaku badan pendidikan sekolah kami tercinta, bermaksud mengadakan studi lapangan bagi siswa siswi baik IPS maupun IPA di luar sekolah. Adapun acara tersebut akan kami laksanakan pada :




Hari/Tanggal : Jumat, 18 April 2014
Pukul : 09.00 s.d. 14.00
Tempat : Kebun Raya, Bogor
Acara :  Penelitian Tumbuhan Langka




Demikian surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas segala perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.


                                                                                             
Kepala Sekolah
SMAN 1 Bogor
Ttd, 




Amalia Fauhanisa, S.Pd




#Contoh Dari individu ke instansi/sekolah



Solo, 18 April 2014
Yth. Bapak/ Ibu guru Wali kelas
di
Tempat


Dengan hormat,  yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama :
Kelas :

Dengan ini memberitahukan bahwa anak saya pada hari ini Senin tanggal 21 April 2014 tidak bisa masuk sekolah dan mengikuti pelajaran Bapak dan Ibu Guru sepenuhnya karena ada acara keluarga yang tidak dapat anak saya tinggalkan

Karena itu saya mohon Bapak/Ibu guru dapat memaklumi nya, Atas berkenan dan Izin Bapak saya mengucapkan terima kasih.

Ttd.




(Nama Orang Tua)



Membuat 
surat resmi sebetulnya cukup mudah, kita hanya perlu memahami saja apa kaidah penulisan yang harus kita tuangkan, dan setelah itu kita hanya membuat kata kata yang baik dan sopan agar surat yang dibuat sempurna. Nah, itulah contoh dari surat resmi yang baik dan benar.

Pengertian Perlengkapan Kantor Singkat

Peralatan atau perlengkapan kantor adalah barang-barang yang digunakan untuk menghasilkan suatu pekerjaan yang diharapkan di kantor. Misalnya kertas, amplop, pita mesin, dsb.
Apabila dirinci peralatan/perlengkapan kantor dapat dibedakan menjadi:
Barang yang habis pakai yaitu barang-barang kantor yang hanya dapat dipakai 1 kali atau tidak tahan lama. Misalnya kertas, amplop, tinta, karbon, klip/penjepit kertas, dsb.
Barang yang tidak habis pakai yaitu barang-barang kantor yang dapat dipakai berulang kali atau tahan lama. Misalnya penggaris, hecter/stepler, gunting, dsb.

Penanganan perlengkapan kantor
Untuk menangani masalah peralatan/perlengkapan kantor yang digunakan pada suatu bagian kantor biasanya berdasarkan langkah-langkah berikut:

1. Pengadaan
Yaitu usaha yang bertujuan untuk memperoleh peralatan atau perlengkapan kantor sesuai rencana kebutuhan yang telah di tentukan melalui pembelian, pembuatan sendiri, menyewa, dll.

2. Penyimpanan
Yaitu kegiatan untuk menampung hasil pengadaan barang perlengkapan yang meliputi segi administrative (pencatatan ke dalam buku barang) maupun segi fisik (penyimpanan barang itu sendiri ).

3. Pengeluaran
Yaitu penyaluran barang dari unit pergudangan kepala unit berdasarkan bon permintaan dan harus di catat pada buku pengeluaran barang.

4. Pemeliharaan
Yaitu segala usaha yang dilakukan terus-menerus agar barang tetap terpelihara baik sehingga siap dipakai saat diperlukan.

5. Penghapusan
Yaitu usaha yang dilakukan untuk meniadakan/menghapus barang-barang dari dalam daftar infentaris berdasarkan peraturan yang berlaku.